Pemred TIMES Indonesia Sabet Pemimpin Redaksi Media Online Berprestasi 

Home / Berita / Pemred TIMES Indonesia Sabet Pemimpin Redaksi Media Online Berprestasi 
Pemred TIMES Indonesia Sabet Pemimpin Redaksi Media Online Berprestasi  Pemred TIMES Indonesia, Yatimul Ainun menerima penghargaan pada Santri Award 2018

TIMESSALATIGA, MALANGYatimul Ainun mendapat penghargaan Santi Award 2018 pada kategori Santri, Pemimpin Redaksi Media Online Berprestasi 2018 yang diberikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Resepsi Hari Santri Nasional dan Anugerah Hari Santri Award 2018, di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (10/11/2018).

Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia ini memperoleh Santri Award 2018 karena peran aktifnya memperbaiki mental bangsa melaui jurnalisme positif. 

Ainun mengungkapkan bahwa setiap hari di Indonesia tersaji informasi-informasi yang menyebarkan aura khawatir, marah, sedih, kecewa, apatis, putus asa, dan seabrek aura negatif yangsecara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh pada penerima informasi dan kabar. 

“Di sinilah jurnalisme positif dan bagus berperan penting. Peran itu antara lain menyampaikan informasi, kabar, dan fenomena yang membangun semangat, sehingga aura yang ditimbulkan juga sangat-sangat positif. Ikhtiarnya membangun masyarakat Indonesia yang kuat dan penuh optimisme,” ungkapnya.  

Terkait hal itu Ainun berharap melalui jurnalisme positif yang diusungnya dapat memperbaiki mental bangsa Indonesia melalui informasi dan kabar serta bermanfaat dalam menciptakan aura positif di negeri ini.

Diketahui, sebanyak 15 santri penerima Santri Award 2018 itu diantaranya, HM Sanusi, kategori Pejabat pemerintah, dr Umar Usman, kategori Profesional, penggerak organisasi NU, Ust Deden kategori Da'i, pengembang pendidikan dasar di daerah pinggiran, Hj Maria Ulfa, kategori Pengembang Pendidikan Menengah Pertama, Dr H Taufik, kategori Motivator, Dr KH Muflih, kategori Pengembang Pesantren.

Selanjutnya, Dr H Muhammad Adhib, Pengembang Pendisikan Tinggi, Dr H Shodiq Askandar, kategori Inspirator Kewirausahaan dan Penggerak Sedekah, Husnul Hakim Syadad, kategori Penggerak organisasi kepemudaan.

Hj Muthiah, untuk kategori Penggerak organisasi kepemudaan putri, Empu Fanani kategori Empu Keris dan Budayawan, Yatimul Ainun, kategori ahli media online, KH Mujib SyadziIli, kategori Pengenbang Pendidikan vokasional, dan Mohamad Iksan, kategori Konsultan dan aktifis NGO.

“Yang masuk dalam tahap seleksi tim sebanyak 200 lebih santri berprestasi. Namun, setelah melalui tahap seleksi yang cukup ketat, harus ditetapkan jadi 15 santri berprestasi yang dinilai sangat layak meraih Santri Award 2018,” jelas Hasan Abadi, penanggungjawab Santri Award 2018.

Menurutnya, di Kabupaten Malang, sangat banyak santri yang berprestasi. Namun, yang masuk pada kategori yang ditetapkan oleh tim seleksi hanya ada 15 sosok santri.

“Kategori Santri Award 2018 ini, bukan hanya sosok atau orang yang ada di pondok pesantren atau pernah mondok di pesantren. Namun, yang ilmu kegamaannya, sosial budaya dan perjuangannya pada NU tak diragukan. Kontribusinya kepada NU jelas. Itu sudah termasuk sosok santri. Apalagi banyak meraih prestasi,” kata rektor Unira Malang itu dalam sambutannya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com