TEI 2018 Gaet 222 Transaksi Dalam Business Matching

Home / Ekonomi / TEI 2018 Gaet 222 Transaksi Dalam Business Matching
TEI 2018 Gaet 222 Transaksi Dalam Business Matching Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)

TIMESSALATIGA, JAKARTA – Lima hari pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 pada 24-28 Oktober lalu, menghasilkan banyak kegiatan transaksi potensial maupun kesepakatan dagang dengan berbagai negara yang ikut serta dalam penyelenggaraan TEI 2018.

Salah satu dari kegiatan TEI 2018 tersebut adalah kegiatan business matching yang telah menghasilkan 222 transaksi potensisal dengan capaian di angka USD 51,64 juta. 

Kegiatan business matching ini diikuti pembeli dari 20 negara, yaitu Aljazair, Bosnia, Bulgaria, Chile, China, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Maroko, Oman, Rumania, Arab Saudi, Serbia, Spanyol, Sudan, Thailand, Yaman. 

"Hal tersebut meyakinkan bahwa eksportir Indonesia mampu meyakinkan para buyers mancanegara untuk  bertransaksi di tengah persaibgan global yang semakin ketat. Artinya, eksportir mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar, berdaya saing tinggi dengan harga yang kompetitif, serta sikap profesional yang menumbuhkan kepercayaan dari kalangan buyers internasional," terang Menteri Perdagangan, Enggartiasti Lukita, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Mendag juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo pada pembukaan TEI tahun ini di International Convention Exhibition di Tangerang, Banten. Pada kesempatan tersebut Presiden meminta para pihak untuk terus memperluas dan melakukan penetrasi ke pasar nontradisional seperti Rusia, Timur Tengah, Afrika, Turki, dan Pakistan.

Menurut Presiden yang diperlukan untuk memasuki pasar, dengan terus meningkatkan pembaruan desain dan kemasan produk dalam negeri sehingga menjadi paket produksi yang menarik. Selain itu, penciptaan produk juga dilakukan untuk hal yang berkaitan dengan promosi baik promosi langsusng ke pameran-pameran di seluruh dunia maupun lewat daring.

 "Pada era revolusi industri 4,0 semua berubah sangat cepat. Selain itu, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China seharusnya dapat menjadi peluang untuk memasuki pasar-pasar yang ditinggalkan dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin," tutup Mendag. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com