Kasus Korupsi Deltras, Mantan Direktur PDAM Sidoarjo Dijebloskan Penjara

Home / Berita / Kasus Korupsi Deltras, Mantan Direktur PDAM Sidoarjo Dijebloskan Penjara
Kasus Korupsi Deltras, Mantan Direktur PDAM Sidoarjo Dijebloskan Penjara Djayadi (tengah) saat diberikan pemahaman oleh tim jaksa eksukutor, sebelum dibawah ke lapas porong. (Foto: Mulya Andika/TIMES Indonesia)

TIMESSALATIGA, SIDOARJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo akhirnya mengeksekusi mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo (DTS), Djajadi yang menjabat dua periode 2006 hingga 2014.

Pria 52 tahun itu dijebloskan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Surabaya, di Porong, Sidoarjo pada senin (9/1/2017). TIm eksekutor Kejari Sidoarjo menjebloskan  pria warga Desa Randegan Rt. 2 Rw. 1 Kecamatan Tanggulangin itu atas dasar salinan putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) dengan nomor : 340 K/Pid.sus/2014 itu.

Atas putusan tersebut Djayadi telah divonis terkait dengan kasus pemberian dana pinjaman Rp 3 miliar ke Tim Sepak bola Deltras Sidoarjo pada tahun tahun 2010. Dasar itulah yang membuat tim eksekutor menjebloskan Djayadi ke Tahanan.

djajadi-2fV3OL.jpgDjayadi (tengah) saat berada di Lapas Porong, didampingi tim jaksa eksukutor Kejari Sidoarjo. (Foto: Mulya Andika/TIMES Indonesia)

Kepada TIMES Indonesia, Kepala Kajari Sidoarjo HM. Sunarto SH menyatakan jika pihaknya telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung atas terpidana Djajadi pada awal Januari 2017.

"Setelah kami menerima salinan putusan itu, Kejari Sidoarjo memantau kegiatan terpidana. Hingga, tepat tanggal 9 Januari 2016, tim eksekutor kami menjemput terpidana yang saat itu berada di pengerjaan salah satu bangunan Masjid, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah yang bersangkutan," terangnya, rabu (11/1/2017).

Lebih jauh, Mantan Apidsus Kejati Gorontalo ini memaparkan jika terpidana Djajadi sebelum di jebloskan ke Lapas Porong, pihaknya memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada terpidana atas salinan putusan (MA) itu.
 
"Setelah kami berikan pemahaman tersebut, yang bersangkut paham, kemudian kami bawa ke Lapas Porong," paparnya

Perlu diketahui, dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bebas, putusan Pengadilan Tinggi (PT) divonis setahun dan putusan MA menjadi 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Perkara itu dengan barang buktinya, uang tunai sebesar Rp 3 miliar yang diuangkan dari bilyet Giro Bank Bukopin No. 22466663. Selain itu disita pula sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00296, sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00295 dan sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00281. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com