Warga Negara Tiongkok Jadi Buruh Kasar di Lamongan

Home / Berita / Warga Negara Tiongkok Jadi Buruh Kasar di Lamongan
Warga Negara Tiongkok Jadi Buruh Kasar di Lamongan Tim PORA ketika sedang memeriksa TKA asal Tiongkok di toko bangunan Besi Jaya, di Jalan Raya Lamongan - Mantup Nomor 20A, Desa Sidomukti Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Rabu (11/1/2017). (Foto: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESSALATIGA, LAMONGAN – Dua orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok diamankan Tim Koordinasi Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur karena diduga melanggar peraturan keimigrasian dan ketenagakerjaan.

Dua TKA asal Tiongkok, Weng Fgi, Chen Jia bekerja sebagai buruh kasar di sebuah toko bangunan Besi Jaya, di Jalan Raya Lamongan - Mantup Nomor 20A, Desa Sidomukti Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

"Mereka bukan tenaga ahli, dikatakan pengelola ya pengelola dikatakan buruh ya buruh," ujar Ketua Tim PORA Kabupaten Lamongan, Sudjito, Rabu (11/1/2017). 

Pengamanan dua warga Tirai Bambu - sebutan lain Tiongkok, bermula dari laporan masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan warga asing.

"Kita mendapat informasi dari masyarakat yang intinya di toko bangunan Besi Jaya ini dipekerjakan TKA dari China, oleh karena itu secara mendadak kita kumpulkan Tim PORA, dan langsung kami cek, ternyata benar," ucapnya.

Lebih jauh, Sudjito menjelaskan, dalam pemeriksaan terhadap keduanya, mereka tidak bisa tidak dilengkapi dokumen-dokumen keimigrasian, seperti Visa, Paspor, Kitas dan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing). 

"Betul ada dua warga negara China yang tidak dilengkapi dengan dokumen. Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen-dokimen, maupun visa, apalagi IMTA," kata dia. 

Padahal, sambung Sudjito, satu diantara dua TKA asal Tiongkok, Weng Fgi, telah bekerja di Toko Besi Jaya sejak bulan September 2016 silam, namun Chen Jia baru bekerja pada awal Januari 2017 lalu. "Menurut informasi pekerja kuli bangunan Besi Jaya, mereka sudah bulan September berada di sini," ujarnya. 

Karena tak dilengkapi dokumen keimigrasian, dan bekerja sebagai buruh, kedua pekerja asal Tiongkok itu pun dibawa ke kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya. 

"Biar imigrasi yang mendalami secara langsung, tugas kami tidak dilengkapi dengan dokumen langsung kita bawa ke imigrasi," tuturnya menambahkan.

Weng Fgi satu diantara dua pekerja yang sudah bisa berbahasa Indonesia mengakui hanya bekerja sebagai penjaga di toko yang disewa dari Bunga Tani Sabilillah ini. "Jualan besi, saya yang menjaga," ucapnya terbata-bata. 

Ia pun mengakui tidak membawa dokumen keimigrasian sejak bekerja di Toko Besi Jaya. "Gak ada dokumentasi. Sudah 3 bulan disini, mulai September," ujar Weng. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com